Hero CC Berat yang Harus Dipertimbangkan di Draft – Halo Sobat kallisshoe kloset! Banyak pemain menganggap hero dengan crowd control besar otomatis cocok dimasukkan ke draft kapan pun.
Asumsinya sederhana:
“Selama CC besar, tim bisa menang team fight.”
Masalahnya, pandangan ini tidak selalu benar.
CC berat hanya efektif jika komposisi, tempo, dan win condition tim mendukungnya.
Kalau tidak, hero CC malah jadi beban — lambat, mudah diprediksi, dan tidak sejalan dengan gaya main tim.
Mari kita bahas siapa saja hero CC berat yang layak masuk draft, serta kapan pilihan itu masuk akal atau kontraproduktif.
1. Atlas — CC Massal yang Menuntut Disiplin Draft
Atlas sering dianggap auto-pick untuk “wombo combo,” tapi asumsi itu lemah tanpa:
- follow-up instan,
- hero burst yang siap di detik yang sama,
- momentum objektif yang aktif.
Kapan dipick:
- tim punya follow-up AOE (Pharsa, Xavier, Yve, Vale).
- musuh banyak hero dash pendek.
Kapan merugikan:
- timmu pakai lineup pick-off, bukan wombo.
- musuh punya banyak purify atau hero anti-engage.
Atlas bukan sekadar “tabrak = menang”; ia adalah alat koordinasi.
2. Tigreal — Force Engage Terbaik, Tapi Mudah Dibaca
Tigreal tampak sederhana, tapi justru sederhana itulah celahnya.
Musuh yang jago membaca map bisa mematahkan semua setup Tigreal sebelum terjadi.
Kelebihan:
- CC tebal dan konsisten,
- cocok dengan banyak mage AOE,
- bisa memaksa fight di choke point.
Kekurangan:
- telegraphed,
- sangat bergantung posisi rumput,
- useless melawan komposisi poke range panjang.
Tigreal aman dipick hanya jika timmu bisa mengontrol area.
3. Minotaur — CC Delay yang Menghancurkan, Tapi Bergantung Rage
Asumsi umum tentang Minotaur:
“Ultinya besar, otomatis kuat.”
Yang sering dilewatkan adalah kapan rage penuh di momen yang tepat.
Jika ritme tim tidak sinkron, ulti Minotaur hanya jadi animasi besar tanpa impact.
Kapan dipick:
- fight berlangsung lama,
- musuh memakai hero melee yang harus masuk.
Kapan buruk:
- timmu gaya mainnya cepat atau burst 2 detik,
- kamu tidak bisa memaksa Rage sebelum objektif.
Minotaur kuat hanya dalam draft yang sabar.
4. Akai — CC Lock Tunggal Paling Bersih, Bukan untuk AOE Massive
Banyak orang salah kaprah memakai Akai seolah ia Atlas mini.
Padahal dia bukan CC massal — dia displacement tunggal super presisi.
Kegunaan ideal:
- mengisolasi jungler musuh,
- memotong carry dari posisi aman,
- memisahkan frontliner dari backline.
Kesalahan umum:
- berharap dia jadi inisiator 5v5 AOE,
- memaksanya engage padahal dia lebih cocok “membelah team fight.”
Akai adalah pisau bedah, bukan palu godam.
5. Khufra — Anti-Dash yang Terlihat Hebat, Tapi Situasional
Khufra terlihat sangat mengintimidasi pada meta dash, tapi pemain sering salah menilai:
“Musuh ada assassin? Auto Khufra.”
Tidak selalu.
Khufra baru efektif jika assassin musuh bergantung pada dash sebagai inti mekanik, bukan sekadar alat mobilitas.
Kapan bagus:
- melawan Ling, Lancelot, Fanny, Hayabusa, Benedetta.
Kapan kurang:
- musuh memakai marksman tinggi range,
- musuh mengandalkan burst jarak jauh,
- timmu butuh hero engage lebih cepat.
Khufra adalah counter spesifik, bukan blanket solution.
6. Franco — CC Tunggal yang Bukan untuk Semua Draft
Hook Franco sering dianggap solusi universal.
Ini bias besar.
Franco hanya optimal jika timmu bermain pick-off, bukan team fight skala besar.
Kelebihan:
- pick-off cepat,
- memaksa musuh membeli purify,
- sangat mengganggu jungler musuh.
Kelemahan:
- useless dalam 5v5 full-team tanpa follow-up burst,
- mudah di-counter hero high mobility.
Franco cocok untuk draft agresif, bukan draft yang memaksa pertarungan panjang.
7. Ruby — CC Beruntun, Bukan CC Instan
Ruby menawarkan CC berkelanjutan yang luas, tetapi tidak ada hard lockdown instan.
Banyak yang keliru memasukkannya ke kategori “engage besar,” padahal dia lebih ke sustain CC.
Kapan kuat:
- tim bermain extended fight,
- banyak lifesteal dan bruiser,
- musuh harus mendekat.
Kapan lemah:
- tim butuh lockdown 1 detik untuk burst,
- musuh bermain poke dan zoning.
Ruby lebih condong ke kontrol tempo, bukan inisiator utama.
Bagaimana Memilih Hero CC Berat yang Tepat dalam Draft?
Kamu perlu menguji 3 hal sebelum picking:
1. Apakah timmu punya follow-up?
CC besar tanpa damage = hanya memperpanjang hidup musuh 1–2 detik.
2. Apakah musuh mudah terkena CC itu?
Hero-hero dash panjang, immune, atau range jauh sering membuat CC berat terasa lambat dan sia-sia.
3. Apakah komposisi tim mendukung gaya fight-nya?
- Kalau mau wombo combo → Atlas, Tigreal, Minotaur.
- Kalau mau pick-off → Franco, Akai.
- Kalau mau anti-dash → Khufra.
- Kalau mau duel panjang → Ruby.
Draft bukan soal “memasukkan hero terbaik,” tapi memastikan puzzle komposisi saling melengkapi.

Leave a Reply